Investasi di Lampung: Peluang Strategis untuk Pengembangan Ekonomi Daerah

0
181
Diharapkan bahwa industri yang berinvestasi di Lampung dapat menggerakkan potensi produk-produk lokal. (Beritasatu.com)

Investasi di Lampung jadi harapan pembukaan lapangan kerja baru. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Fahrizal Darminto menyampaikan harapannya terhadap arus investasi yang semakin mengalir ke Provinsi Lampung. Menurutnya, investasi yang masuk memiliki potensi besar untuk membuka peluang baru dalam penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi tenaga kerja lokal.

Fahrizal mengungkapkan pandangannya ini saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Awal Tahun Forum Investasi Lampung (Foila) 2024 di Hotel Grand Mercure pada Kamis (7/3/2024). Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap jumlah investasi yang masuk serta kemampuan daerah dalam menampung tenaga kerja. Lebih lanjut, Fahrizal berharap industri yang berinvestasi di Lampung dapat menggerakkan potensi produk-produk lokal.

Provinsi Lampung, yang secara geografis strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dan memiliki jarak tempuh yang singkat dari DKI Jakarta, dinilai memiliki peluang besar untuk menarik investasi. Peningkatan ini didukung oleh perkembangan infrastruktur yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Investasi memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di daerah,” ujar Fahrizal.

Realisasi investasi di Provinsi Lampung pada tahun 2023 mencapai angka yang mengesankan, yaitu sebesar Rp10,89 triliun. Angka tersebut terbagi antara Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp3,26 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,63 triliun.

Berdasarkan data tersebut, sektor industri makanan menjadi yang tertinggi dengan nilai investasi di Lampung  mencapai Rp1,63 triliun, diikuti oleh sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan yang mencapai Rp757,8 miliar.

Sektor lainnya yang turut berkontribusi adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi dengan nilai mencapai Rp252,9 miliar, sektor perdagangan dan reparasi mencapai Rp130 miliar, serta sektor pertambangan dengan nilai Rp106,9 miliar.

Fahrizal mengajak semua pihak untuk bersatu padu dalam membangun Lampung sebagai daerah yang ramah terhadap investasi. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan, menyoroti pentingnya sinergi dan inovasi dalam meningkatkan pertumbuhan investasi di daerah ini.

Junanto berharap Foila dapat menjadi wadah kolaborasi, komunikasi, dan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan untuk menarik investasi di Lampung. Melalui upaya ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi Lampung dapat dipercepat melalui penguatan investasi di tingkat daerah.

Dengan demikian, investasi di Lampung tidak hanya menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi tingkat pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru.

Demikian informasi seputar pertumbuhan investasi di Lampung. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Bulelengpagi.Com.