Investor China Dorong Pengembangan Energi Baru Terbarukan di Indonesia: Dukungan untuk Migrasi Listrik PLN

0
315
Indonesia memiliki potensi besar dalam energi baru terbarukan seperti energi bersih, seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air. (Pajak.com)

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengungkapkan apresiasi terhadap rencana investasi beberapa perusahaan asal China yang akan mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan green energy di Indonesia. Langkah ini dianggap sebagai dukungan yang signifikan dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat.

Salah satu investor utama adalah China Energy Engineering Group Shanxi Electric Power Construction (BUMN asal China), yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Tenaga Surya (PLTA dan PLTS). Tujuannya adalah untuk mempercepat migrasi listrik PLN dari PLTU ke PLTA dan PLTS. Selain itu, Huayou Cobalt dan PT Indonesia Pomalaa Industrial Park juga turut serta dalam pengembangan rantai industri baterai lithium di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Menurut Bamsoet, Indonesia memiliki potensi besar dalam energi baru terbarukan seperti energi bersih, seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air. Namun, pemanfaatannya masih jauh dari potensi yang ada. Saat ini, kapasitas PLTA baru mencapai 6,9 persen dari total potensi, sedangkan kapasitas PLTS yang dimanfaatkan hanya sekitar 10 MWp dari total potensi 112.000 GWp.

Bamsoet juga menyoroti keterlambatan Indonesia dalam pengembangan PLTS jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN dan Asia. Target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN 2021-2030 adalah meningkatkan kapasitas PLTS hingga 4.680 MW, tetapi dukungan dari sektor swasta sangatlah penting untuk mewujudkannya.

Dalam perspektif jangka panjang, pengembangan Energi Baru Terbarukan merupakan kebutuhan mutlak mengingat semakin menipisnya sumber energi fosil. Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan bauran energi dari fosil ke EBT, dengan target mencapai 23 persen pada tahun 2025 dan 30 persen pada peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045.

Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari China Energy dan Huayou Cobalt, menegaskan komitmen mereka dalam mendukung pengembangan EBT di Indonesia. Dengan kerjasama antara pemerintah dan investor, diharapkan Indonesia dapat mengoptimalkan potensi sumber energi bersihnya demi kemakmuran dan keberlanjutan masa depan.

Demikian informasi seputar pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Bulelengpagi.Com.