PLTA Kayan Masuk Dalam Program Prioritas di Kalimantan Utara

0
786

Keberadaan PLTA Kayan diproyeksikan untuk menyokong beberapa program strategis di Kalimantan.

Pelaksanaan proyek PLTA Kayan akan menjadi program prioritas insfratruktur di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Proyek tersebut diperkirakan akan menelan dana hingga ratusan triliun rupiah dan diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu 20 sampai 25 tahun.

Selain itu, pembangunan PLTA Kayan diyakini oleh Gubernur Kalimantan Utara irianto Lambrie akan mampu mengkerek roda perekonomian di wilayahnya.

Beberapa insfratruktur prioritas selain PLTA Kayan

Dalam 5 tahun kedepan, Kaltara akan mencanangkan proyek insfratruktur prioritas. Adapun pembangunan PLTA Kayan akan diproyeksikan untuk mendukung pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning.

Irianto Lambrie mengatakan, beberapa program prioritas yang akan dibangun di Kalimantan antara lain, pembangunan jalan lintas tengah dan pararel perbatasan Kalimantan.

“Dalam hal ini Kementerian PPN/Bappenas memprioritaskan pada penyelesaian konektivitas Trans Kalimantan, tujuannya untuk membuka isolasi dan mendorong pertumbuhan kawasan perbatasan,” papar Irianto seperti dikutip dalam laman resmi Pemprov Kaltara.

Kemudian, Kementerian Perencanaan pembangunan Nasional (PPN) juga mencamtumkan proyek pelabuhan hub Kijing di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Gambar PLTA (ANTARA)

Asal tau saja, pelabuhan ini adalah abgian dari 7 pelauhan hub integrated port network. Selain pelabuhan, Kementerian PPN juga mencanangkan pembangunan Bandara baru di SIngkawang untuk menyokong potensi pariwisata di Kalimantan.

Pembangunan Bandara tersebut juga menjadi bagian dari rencana pembangunan 25 bandara baru pada 2020 sampai 2024.

“Juga ada tol Balikpapan-Samarinda-Bontang. Pembangunannya untuk mendukung Kawasan Industri di wilayah sekitar, termasuk Kaltara, sekaligus konertivitas antar Kota,” terang Irianto

Ada juga pembangunan Kereta Api Regional Kalimantan yang diproyeksikan untuk menyokong keberadaan ibu kota baru negara Indonesia dan serta ditujukan untuk angkutan barang.

Kendati demikian, masih ada beberapa permasalah terkait rencana Pembangunan PLTA Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan serta industri dan Pariwisata di Kalimantan.

“Ada beberapa tantangan yang telah diinventarisis oleh Bappenas. Salah satunya status lahan dan tata ruang. Utamanya terkait penyesuain RTRW (Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah) dan RTDL (Rencana Detail Tata Ruang),” Pungkas Irianto.

Sebagai informasi, selain ditujukan untuk mengaliri listrik di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional, PLTA Kayan juga akan diproyeksikan menyuplai kebutuhan listrik di ibu kota baru pengganti DKI Jakarta.