PLTA Kayan Siap Dibangun, Setelah PT Kayan Hydro Energy Menandatangani Pelaksanaan Proyek

0
1471

PLTA Kayan Siap Dibangun Setelah PT Kayan Hydro Energy Menandatangani Pelaksanaan Pembangunan PLTA Terbesar di Indonesia Berkapasitas 9.000 megawatt.

Pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan, Kalimantan Utara resmi dilakukan setelah PT Kayan Hydro Energy dengan China Power menandatangani pelaksanaan pembangunan PLTA Kayan di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pada Kamis (15/8) lalu.

Selain PLTA Kayan, kedua perusahaan tersebut juga bakalan menggarap pembangunan proyek Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pembangunan PLTA Kayan dan pembangunan proyek Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional merupakan kegiatan besar yang nantinya akan jadi satu kawasan terintegrassi.

PLTA Terbesar yang Direncanakan pada Tahun 2009, Kini Terwujud

Gambar PLTA, Ilustrasi PLTA Kayan (tribunnews.com)

PLTA Sungai Kayan bakal dibangun di atas seluas 12.000 hektare itu nantinya akan menghasilkan kapasitas listrik sebesar 9.000 megawat (mw) dari lima bendungan yang dibangun secara bertahap.

Direktur Operasi Kayan Energy Khaerony mengatakan pembangunan PLTA Kayan rencananya akan dilakukan pada akhir tahun ini.

Setelah pembangunan Kayan 1 berkapasitas 900 megawatt berjalan satu tahun, pembangunan Kayan 2 dibangun pada tahun berikutnya. Harapannya Kayan 1 ini akan mulai beroperasi pada tahun 2024. Kayan 2 menyusul di tahun berikutnya.

“Kayan 1, 5 tahun dibangun, sudah ada listrik 900 megawatt di 2024, selanjutnya Kayan 2 akan dibangun pada tahun berikutnya,” tutur Khaerony dilansir dari finance.detik.com.

Perlu diketahui, bahwa PLTA ini sebenarnya mulai dipelajari pada tahun 2009. Pembangkit ini merupakan PLTA terbesar di Indonesia, bahkan salah satu yang terbesar di Asia. Menurut Kaherony wajar jika studinya memakan waktu selama itu, hingga pada kahirnya dieksekusi pada tahun ini.

“Untuk studi PLTA terbesar salah satu di Asia dan Indonesia juga, studinya nggak lama sebenarnya, karena kalau studi PLTA bisa sampai puluhan tahun, kami cukup 10 tahun, yang lain 20-30 tahun,” tandasnya.

PLTA Kayan ini nantinya digadang-gadang bakal memenuhi pasokan listrik ibu kota baru yang berlokasi di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Hal ini diketahui, setelah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan PLTA Kayan bisa menghasilkan listrik yang cukup besar dan tak jauh dari lokasi ibu kota baru, nantinya turut mendukung pasokan listrik ke ibu kota baru.

PLTA Kayan dengan kapasitas 9.000 megawatt ini dalam pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dan mampu menyuplai 6.000 megawatt lisrtik ke ibu kota baru.