PMI Buleleng Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Agung

0
897

Pascaerupsi Gunung Agung yang terjadi senin 2/7, sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung hari ini terlah mencapai Buleleng. Terpantau dilapangan memang intensitas abu masih terlihat tipis, namun Palang Merah Indonesia (PMI) Bali cabang Buleleng bergerak cepat dengan membagikan masker secara gratis di kepada masyarakat.

PMI mengistruksikan delapan relawan untuk terjun membagikan masker di beberapa titik publik seperti pengguna jalan yang melintas di simpang empat Jalan Udayana, Singaraja dan beberapa jalan protokol di Buleleng.

Pembagian masker ini memang bertujuan untuk Mencegah dampak terganggunya pernafasan pasca erupsi Gunung Agung, pihaknya membagikan masker tanpa dipungut biaya. Untuk tahap awal PMI Buleleng baru membagikan masker sebanyak 2.000 buah masker. Masker yang dibagikan itu merupakan stok yang tersedia di PMI Cabang Buleleng.

Untuk stok masker, menurut relawan PMI Buleleng Kadek Sumardika mengatakan bahwa PMI masih memiliki stok sebanyak lebih dari 10.000 buah yang siap dibagikan di beberapa desa  terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Agung.

“Kami lihat di kota ada debu intensitasnya masih tipis. Kalau udara tercampur debu vulkanik bisa mengaggu pernafasan tubuh manusia,” ujar Kadek Sumardika.

Menurut penjelasan Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Benacana Daerah (BPBD) Buleleng Made Subur, pihak BPBD mendapatkan informasi bahwa beberapa desa terdampak abu Vulkanik Gunung Agung mulai menyebar, hari ini informasi baru datang dari desa pancasari Kecamatan Sukasada.

Sejak erupsi Gunung Agung, PMI Cabang Buleleng menyiagakan sekitar 40 relawan. Relawan ini nantinya siap ditugaskan kalau gelombang pengungsi Gunung Agung ke Buleleng meningkat. Relawan yang kebanyakan berstatus mahasiswa ini siap diterjunkan untuk membantu relawan PMI di Karangasem dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Agung.

Terpantau sampai saat ini aktivifitas erupsi Gunung Agung masih masih tinggi, tercatat hari Rabu 4/7 Gunung Agung mengalami erupsi sebanyak dua kali yang pertama terjadi pada pukul 03.25 Wita, kemudian disusul erupsi kedua yang terjadi pukul 05.06 Wita dengan lontaran abu vulkanik mencapai 1000 meter mengarah kea rah Barat.