Magnet Investasi IKN Nusantara: 21 Investor Groundbreaking dengan Nilai Rp35 Triliun

0
71
Otorita IKN tengah melakukan proses uji kelayakan terhadap LoI yang masuk, baik dari perusahaan dalam negeri maupun asing. (FIN.co.id)

Sejak November 2023, investasi di IKN Nusantara (Ibu Kota Negara Nusantara) telah mencapai puncaknya dengan diterimanya 305 Surat Peryataan Minat atau Letter of Intent (LoI) dari perusahaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini, sudah ada 21 investor yang melakukan groundbreaking dengan total investasi mencapai Rp35 triliun.

Otorita IKN, yang diwakili oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Agung Wicaksono memberikan informasi ini melalui Media Briefing yang diselenggarakan secara daring pada Senin (20/11/2023). Pada acara tersebut, Agung membahas perkembangan investasi di Nusantara, termasuk rincian terkait perusahaan yang berminat dan langkah-langkah yang telah diambil.

Dari total 305 LoI yang diterima oleh Otorita IKN, 172 di antaranya berasal dari perusahaan nasional atau lokal yang menunjukkan minat serius terhadap proyek Nusantara. Namun, tak kalah menarik, 133 perusahaan asing juga mengekspresikan ketertarikan mereka terhadap investasi di IKN Nusantara.

Agung menjelaskan bahwa Otorita IKN telah melakukan proses uji kelayakan terhadap LoI yang masuk, baik dari perusahaan dalam negeri maupun asing. Meskipun perusahaan asing menunjukkan minat, saat ini lebih banyak perusahaan lokal yang mendominasi investasi di Nusantara. Hal ini disebabkan oleh respons cepat dan keterampilan perusahaan dalam negeri dalam menyelesaikan proses uji kelayakan.

Delapan tahap pertama investasi di IKN Nusantara melibatkan berbagai proses, mulai dari penyerahan LoI, tinjauan sektor prioritas, pertemuan satu lawan satu, hingga kesepakatan akhir. Setelah menyelesaikan tahap pertama, investor akan melanjutkan ke tahap kedua untuk merealisasikan kesepakatan dengan segera.

Beberapa perusahaan nasional telah menjadi pelopor dalam pembangunan Nusantara dengan menjalin kemitraan dengan perusahaan internasional. Contohnya adalah Hotel Nusantara dan Swiss Hotel, PSSI dengan FIFA, Rumah Sakit Mayapada dengan Apollo Hospital Group, Nusantara Intercultural School dengan JIS, PLN dengan Sembcorp Singapura, dan Pakuwon dengan Marriot International.

Meskipun demikian, Otorita IKN tetap membuka pintu untuk investasi asing, dengan catatan bahwa pihak asing harus melewati evaluasi kelayakan yang ketat. Agung menekankan hal ini sebagai respons terhadap beberapa investasi asing yang dinilai kurang sesuai dengan kajian kelayakan yang dilakukan.

Agung juga menyoroti insentif dan kemudahan berinvestasi di Nusantara, yang diatur oleh Peraturan Pemerintahan Nomor 12 Tahun 2023. Salah satu poin penting adalah mengenai Hak Guna Bangunan (HGU) dengan jangka waktu hingga 95 tahun.

Seiring dengan progres ini, Agung mengumumkan rencana groundbreaking tahap tiga yang direncanakan pada Desember 2023. Tahap ini akan melibatkan perusahaan dari sektor hijau, perbelanjaan grosir, serta sektor keuangan. Namun, jadwal ini masih dalam pembahasan dan belum final. Investasi di IKN Nusantara semakin menarik, dan Otorita IKN terus memfasilitasi perusahaan, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk berpartisipasi dalam pembangunan Nusantara yang semakin maju.

Demikian informasi seputar investasi di IKN Nusantara. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Bulelengpagi.com.