Produk Waran Terstruktur: Pesona Baru Investasi di Bursa Efek Indonesia

0
156

Produk turunan saham yang dikenal sebagai produk waran terstruktur kini menjadi magnet investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), menawarkan peluang pertumbuhan yang signifikan. Meskipun diakui sebagai investasi murah dan likuid, waran terstruktur tetap membawa risiko tinggi, mengingat sifatnya yang kompleks. Dalam konteks ini, perlunya perhitungan dan kehati-hatian dalam berinvestasi menjadi kunci utama.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna memaparkan bahwa produk waran terstruktur pertama kali dirilis pada September 2022 dan mengalami pertumbuhan pesat. Dalam empat bulan terakhir 2022, terdapat 13 pencatatan waran terstruktur baru, sedangkan pada 2023 jumlahnya melonjak menjadi 182. Transaksi waran terstruktur juga mengalami peningkatan hampir dua kali lipat, dari rata-rata Rp2,6 miliar pada 2022 menjadi Rp5,4 miliar pada 2023.

“Pencatatan waran terstruktur di BEI diharapkan menjadi produk investasi alternatif yang mudah dipahami dan menarik bagi para investor, dengan potensi meningkatkan perdagangan dan jumlah investor,” ungkap Nyoman dalam acara pencatatan waran oleh PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia di BEI.

Waran terstruktur diperoleh ketika perusahaan tercatat menerbitkan saham atau right issue. Saat ini, produk waran terstruktur dipasarkan dengan dasar atau underlying saham berkapitalisasi besar, namun dengan harga lebih rendah dibandingkan harga saham underlying. Hal ini menciptakan potensi imbal hasil yang menarik, yang akan diubah menjadi dana tunai saat jatuh tempo.

Namun, Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy memberikan pandangan kritis terhadap produk waran terstruktur. Meskipun harganya terjangkau dan likuid, Budi menyatakan bahwa risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham membuat produk ini kurang menarik bagi investor. Simulasi yang dilakukan menunjukkan ketidakwajaran harga, khususnya pada harga penawaran dan pelaksanaan (exercise), membuat investor kesulitan mendapatkan keuntungan yang memadai.

Investor perlu berhati-hati dalam menilai harga saham underlying waran hingga jatuh tempo, karena hal ini sangat menentukan hasil investasi. Faktor seperti harga exercise, volatilitas saham, suku bunga bebas risiko, dan dividen yang dibayarkan dari saham underlying turut memengaruhi performa investasi. Meski memberikan potensi imbal hasil yang tinggi, investor disarankan untuk memahami sepenuhnya mekanisme dan risiko waran terstruktur sebelum terlibat dalam investasi ini.

Demikian informasi seputar produk waran terstruktur yang tengah ramai jadi target investasi. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Bulelengpagi.Com.