Strategi Barbel: Jawaban DBS Group Research Menghadapi Dinamika Pasar 2024

0
187
Proyeksi rekomendasi DBS Group Research menjadi panduan bagi investor. (Akurat.co)

DBS Group Research merilis proyeksi pasar untuk kuartal pertama 2024, mengindikasikan kondisi yang lebih kondusif untuk aset berisiko. Prediksi ini didasarkan pada penurunan laju inflasi dan penundaan pengetatan moneter oleh Bank Sentral AS, dengan tingkat suku bunga acuan AS diperkirakan mencapai puncaknya. Menghadapi dinamika pasar yang menantang selama setahun terakhir, DBS merekomendasikan Strategi Barbel sebagai solusi, dengan fokus pada obligasi pendapatan dan ekuitas pertumbuhan.

Strategi Barbel, yang diperkenalkan oleh Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif melibatkan pengumpulan aset berisiko sangat rendah dan aset berisiko sangat tinggi dalam satu portofolio, sambil menghindari aset berisiko menengah. Pendekatan ini dianggap sebagai solusi adaptif di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Chief Investment Officer (CIO) Hou Wey Fook memberikan pandangan lebih lanjut, menyarankan investor untuk fokus pada pertumbuhan berkualitas di sektor teknologi dan kebutuhan sekunder. Untuk kredit dan obligasi, DBS merekomendasikan posisi terbaik berada di kredit berperingkat A/BBB dengan jangka waktu 3-5 tahun. CIO juga mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati terhadap risiko kredit yang dapat terakumulasi bahkan setelah kenaikan suku bunga.

DBS menyoroti pertumbuhan industri barang mewah yang mencatatkan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) sebesar 6 persen antara tahun 1996 hingga 2019. Dukungan globalisasi dan kekuatan belanja Gen Z diidentifikasi sebagai pendorong utama pertumbuhan. Hou Wey Fook menyatakan bahwa industri ini memiliki daya tarik yang kuat dan potensi investasi yang cukup besar.

Dalam menghadapi ketidakpastian pasar, proyeksi dan rekomendasi DBS Group Research menjadi panduan bagi investor yang mencari strategi investasi yang seimbang dan berpotensi pertumbuhan di tengah perubahan dinamis di pasar global.

Demikian informasi seputar panduan dari DBS Group Research untuk perencanaan investasi. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Bulelengpagi.Com.