Investasi Mayapada Perkuat Teknologi dan Layanan Kanker Terintegrasi, Makin Maju?

2
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), pengelola Mayapada Hospital, mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1 triliun pada 2026. (Inilah.com)

Investasi Mayapada pada 2026 diarahkan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit, memperluas jaringan, dan memperkuat layanan medis berteknologi tinggi. Salah satu layanan yang dikembangkan Mayapada Healthcare adalah Oncology Center di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), yang mendampingi pasien kanker sejak pemeriksaan hingga tindak lanjut perawatan.

Belanja Modal Mayapada dan Fasilitas Oncology Center

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), pengelola Mayapada Hospital, mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1 triliun pada 2026. Menurut perusahaan, realisasi belanja modal hingga semester pertama terutama ditujukan untuk pembangunan fasilitas baru dan pengadaan peralatan medis.

Angka Rp1 triliun tersebut merupakan alokasi perusahaan secara keseluruhan, bukan anggaran khusus Oncology Center MHJS.  Di MHJS, layanan kanker ditunjang PET-CT Scan, mamografi 3D, USG payudara 4D, laboratorium, radiologi, layanan rawat inap, dan rehabilitasi medis.

Untuk pemeriksaan payudara, rumah sakit juga menyediakan Vacuum-Assisted Breast Biopsy (VABB), yaitu prosedur pengambilan sampel jaringan dengan teknik minimal invasif. Jenis pemeriksaan yang diperlukan tetap ditentukan berdasarkan evaluasi dokter terhadap kondisi pasien.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari layanan yang mencakup skrining, diagnosis, terapi, pemantauan, dan perawatan lanjutan. Penanganannya melibatkan dokter dari berbagai bidang, termasuk bedah onkologi, onkologi medik, radiologi, dan patologi anatomi.

Dengan demikian, hasil pemeriksaan dan pilihan perawatan dapat dibahas dari beberapa sudut keahlian sesuai kebutuhan pasien.

Baca Juga: Anggaran Kesehatan RI 2024 Naik Jadi Rp187,5 Triliun, Apa Saja Rinciannya?

Kolaborasi Mayapada dan Lovepink untuk Pasien Kanker Payudara

Selain mengembangkan fasilitas, MHJS bekerja sama dengan Lovepink (Yayasan Daya Dara Indonesia). Nota kesepahaman kedua pihak ditandatangani pada 18 September 2026 untuk memperluas akses anggota komunitas Lovepink terhadap layanan kanker payudara di Oncology Center dan Breast Unit MHJS.

Cakupannya meliputi pemeriksaan, diagnosis, terapi, pemantauan, serta tindak lanjut perawatan. Kerja sama ini juga menyoroti kebutuhan pasien di luar tindakan medis. MHJS menggunakan pendekatan tim multidisiplin melalui Tumor Board untuk membahas penanganan kanker.

Sementara itu, Patient Navigator membantu pasien dan keluarga memahami tahapan perawatan yang akan dijalani. Dukungan tersebut relevan karena kebutuhan setiap pasien kanker payudara dapat berbeda.

Pilihan terapi, seperti kemoterapi, terapi target, atau imunoterapi, bergantung pada hasil evaluasi kondisi dan karakteristik kanker masing-masing pasien. Karena itu, keberadaan teknologi dan tim dokter perlu dilihat sebagai bagian dari proses perawatan yang terkoordinasi, bukan jaminan bahwa semua pasien akan menjalani pemeriksaan atau terapi yang sama.

Investasi Mayapada memperkuat fasilitas dan teknologi medis, sementara kolaborasi dengan Lovepink memperluas akses komunitas terhadap layanan kanker payudara. Fokus utamanya adalah membantu pasien memperoleh pemeriksaan, perawatan, dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Demikian informasi seputar perkembangan investasi Mayapada. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Bulelengpagi.Com.

Tags: bisnis, Ekonomi, Investasi Mayapada, kanker payudara, Keuangan, layanan kanker, Lovepink, Mayapada Healthcare, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Oncology Center, SRAJ